Popi Pulpen dan teman-teman asyik berselancar di atas kertas. Cicil Pensil meluncur meninggalkan jejak garis hitam. Beberapa spidol menari-nari meninggalkan jejak berwarna-warni. Namun, Popi tidak meninggalkan jejak sama sekali. Ternyata tintanya habis! Bagaimana ini? Apakah Popi harus diganti dengan pulpen lain? Dapatkah Popi diperbaiki lagi?
Siang itu, ada alat tulis baru di kamar Andi. Namanya Toti, si pulpen koreksi. Popi Pulpen dan teman-temannya bertanya-tanya tentang kegunaan Toti. Saat asyik bermain, Popi tanpa sengaja membuat banyak coretan di buku tulis Andi. Popi jadi ketakutan karena tintanya sulit dihapus. Toti pun segera beraksi. Ia dapat memperbaiki buku Andi yang penuh coretan. Bagaimana caranya, ya?
Oh, tidak! Salah satu teman Andi ada yang usil. Ia melempar-lempar alat-alat tulis. Cicil Pensil, Popi Pulpen, dan alat-alat tulis lain jadi ketakutan. Dosi Dosgrip segera menyuruh Cicil dan teman-teman untuk masuk ke dalam dosgrip. Namun, teman Andi semakin mendekati mereka. Dapatkah Dosi melindungi Cicil dan teman-teman?
Cicil Pensil dan teman-temannya sedang asyik bermain di sore hari. Namun, tiba-tiba hari menjadi gelap. Ternyata ada gerhana matahari. Cicil dan teman-teman segera bersembunyi. Mereka mengira ada raksasa yang sedang menelan matahari. Untung ada Bubu Si Buku Tulis. Bubu menjelaskan kepada teman-temannya bahwa gerhana merupakan peristiwa alam. Lalu, bagaimana proses terjadinya gerhana itu? Yuk…
Dadan, si kertas undangan, tidak mau dibuang begitu saja setelah selesai dibaca. Dia ingin berguna lagi bagi manusia. Aha! Ibu Bian ternyata punya ide untuk memanfaatkan Dadan lagi. Berkat ide ibu, Bian kini tidak takut kehabisan kertas untuk menggambar. Apa, sih, ide ibu Bian itu? Yuk, ikuti kisah serunya!
Ups! Kanju, si kancing baju, lepas dari baju seragam Nafis. Dia jatuh dan menggelinding ke bawah lemari. Tanpa Kanju, baju seragam Nafis tampak tidak rapi. Nafis pun berusaha mencari-cari Kanju. Dapatkah Nafis menemukan Kanju lagi? Yuk, ikuti kisah serunya!
Sanci, si suvenir gantungan kunci, sangat senang. Ia bertemu dengan pemiliknya yang baru. Namanya Mia. Itu artinya, Sanci akan memulai petualangan baru bersama Mia. Namun, dugaan Sanci salah. Mia seolah-olah tidak menghiraukannya. Apakah Mia sudah benar-benar melupakan Sanci? Akankah Sanci berguna lagi bagi Mia? Yuk, ikuti kisah serunya!
Duh, kertas-kertas gambar milik Riska begitu berantakan. Untunglah, ada Kelp, si penjepit kertas. Bersama Riska, Kelip melakukan tugasnya merapikan kertas-kertas yang berserakan. Selesai Kelip menjalankan tugas, Riska meletakkannya begitu saja di atas meja. Apakah Riska tidak mau menggunakan Kelip lagi? Yuk, ikuti kisah serunya!
Lili sering membawa Reret, si karet gelang, pergi ke mana saja. Reret dan teman-teman sangat bermanfaat bagi Lili. Reret pun senang karena dirinya selalu dapat berguna. Namun, akhir-akhir ini Lili tampak tidak bersemangat. Lili meninggalkan Reret dan teman-teman di atas meja. Ada apa, ya, dengan Lili? Yuk, ikuti kisah serunya!
Tahukah kalian kalau Ibu menggendongku di dalam mulutnya? Ibu tentu tak akan menggigit kami. Ibu selalu melindungi kami, bahkan dari binatang pemangsa yang galak. Yuk, ikuti petualanganku bersama ibu dan saudara-saudaraku. Pasti seru, deh.