Tidaak! Aku terjebak di bawah meja. Sedihnya, ada banyak alat tulis lain. Tapi, Alma sama sekali tidak peduli. Aha! Aku punya ide agar Alma memperhatikan kami. Penasaran dengan ideku? Yuk, cari tahu di buku ini. Kalian juga bisa belajar cara merawat alat tulis kalian, lho.
Gurun merupakan tempat yang sangat kering. Pernahkah kamu membayangkan akan ada makhluk hidup yang bisa tinggal di sana? Eits, ternyata ada beberapa jenis binatang yang mampu hidup di gurun, lengkap dengan alat yang membuat mereka mampu hidup di sana. Mau tahu lebih banyak? Yuk, baca bukunya. Asyik dan seru, lho.
Sashi senang sekali. Bunga yang telah lama ia tunggu akhirnya muncul. Sashi berjanji akan memberi Nada jika bunganya mekar nanti. Namun, Sashi terancam tak bisa memenuhi janjinya. Ada apa, ya?
Obek adalah selembar kertas yang tidak terpakai. Ia ingin dapat digunakan kembali. Melalui proses daur ulang, itu dapat terjadi. Yuk, ikuti perjalanan daur ulang sampah kertas melalui cerita dalam buku ini.
Caca adalah bola kaca yang telah pecah. Ia tidak ingin melukai siapa saja setelah menjadi sampah. Melalui proses daur ulang, itu dapat terjadi. Yuk, ikuti perjalanan daur ulang sampah kaca melalui cerita dalam buku ini.
Dadan, si kertas undangan, tidak mau dibuang begitu saja setelah selesai dibaca. Dia ingin berguna lagi bagi manusia. Aha! Ibu Bian ternyata punya ide untuk memanfaatkan Dadan lagi. Berkat ide ibu, Bian kini tidak takut kehabisan kertas untuk menggambar. Apa, sih, ide ibu Bian itu? Yuk, ikuti kisah serunya!
Ups! Kanju, si kancing baju, lepas dari baju seragam Nafis. Dia jatuh dan menggelinding ke bawah lemari. Tanpa Kanju, baju seragam Nafis tampak tidak rapi. Nafis pun berusaha mencari-cari Kanju. Dapatkah Nafis menemukan Kanju lagi? Yuk, ikuti kisah serunya!
Sanci, si suvenir gantungan kunci, sangat senang. Ia bertemu dengan pemiliknya yang baru. Namanya Mia. Itu artinya, Sanci akan memulai petualangan baru bersama Mia. Namun, dugaan Sanci salah. Mia seolah-olah tidak menghiraukannya. Apakah Mia sudah benar-benar melupakan Sanci? Akankah Sanci berguna lagi bagi Mia? Yuk, ikuti kisah serunya!
Duh, kertas-kertas gambar milik Riska begitu berantakan. Untunglah, ada Kelp, si penjepit kertas. Bersama Riska, Kelip melakukan tugasnya merapikan kertas-kertas yang berserakan. Selesai Kelip menjalankan tugas, Riska meletakkannya begitu saja di atas meja. Apakah Riska tidak mau menggunakan Kelip lagi? Yuk, ikuti kisah serunya!
Lili sering membawa Reret, si karet gelang, pergi ke mana saja. Reret dan teman-teman sangat bermanfaat bagi Lili. Reret pun senang karena dirinya selalu dapat berguna. Namun, akhir-akhir ini Lili tampak tidak bersemangat. Lili meninggalkan Reret dan teman-teman di atas meja. Ada apa, ya, dengan Lili? Yuk, ikuti kisah serunya!