Aku senang, sih, kalau Remi sua memakaiku. Tapi ... Remi, tolonglah. Ganti dulu bajumu. Andai Remi mendengarkan kata orang-orang tentu aku tidak jadi begini. Teman, seragam juga harus dirawat, lho. Bagaimana caranya? Yuk, cari tahu.
Saat belajar terbang, Tera Pteranodon ketakutan. Padahal, semua saudaranya berani mencoba bahkan sudah ada yang mahir. Ibu Tera pun terus menyemangati. Akan tetapi, Tera tetap saja ragu. Hingga suatu saat, Tera memberanikan diri melompat. Berhasilkah Tera terbang?
Tidaak! Aku terjebak di bawah meja. Sedihnya, ada banyak alat tulis lain. Tapi, Alma sama sekali tidak peduli. Aha! Aku punya ide agar Alma memperhatikan kami. Penasaran dengan ideku? Yuk, cari tahu di buku ini. Kalian juga bisa belajar cara merawat alat tulis kalian, lho.
Gurun merupakan tempat yang sangat kering. Pernahkah kamu membayangkan akan ada makhluk hidup yang bisa tinggal di sana? Eits, ternyata ada beberapa jenis binatang yang mampu hidup di gurun, lengkap dengan alat yang membuat mereka mampu hidup di sana. Mau tahu lebih banyak? Yuk, baca bukunya. Asyik dan seru, lho.
Peri Guru mengajak peri-peri kecil berekreasi di luar kelas untuk mempelajari perjalanan air. Peri-peri kecil itu tentu sangat senang. Mereka melihat hal-hal menakjubkan yang bisa terjadi pada air. Tetapi, eh ... ada peri yang mengompol! Aduh, siapa, tuh? Kita cari tahu dalam buku ini, yuk!
Sashi senang sekali. Bunga yang telah lama ia tunggu akhirnya muncul. Sashi berjanji akan memberi Nada jika bunganya mekar nanti. Namun, Sashi terancam tak bisa memenuhi janjinya. Ada apa, ya?
Obek adalah selembar kertas yang tidak terpakai. Ia ingin dapat digunakan kembali. Melalui proses daur ulang, itu dapat terjadi. Yuk, ikuti perjalanan daur ulang sampah kertas melalui cerita dalam buku ini.
Caca adalah bola kaca yang telah pecah. Ia tidak ingin melukai siapa saja setelah menjadi sampah. Melalui proses daur ulang, itu dapat terjadi. Yuk, ikuti perjalanan daur ulang sampah kaca melalui cerita dalam buku ini.
Popi Pulpen dan teman-teman asyik berselancar di atas kertas. Cicil Pensil meluncur meninggalkan jejak garis hitam. Beberapa spidol menari-nari meninggalkan jejak berwarna-warni. Namun, Popi tidak meninggalkan jejak sama sekali. Ternyata tintanya habis! Bagaimana ini? Apakah Popi harus diganti dengan pulpen lain? Dapatkah Popi diperbaiki lagi?