Dadan, si kertas undangan, tidak mau dibuang begitu saja setelah selesai dibaca. Dia ingin berguna lagi bagi manusia. Aha! Ibu Bian ternyata punya ide untuk memanfaatkan Dadan lagi. Berkat ide ibu, Bian kini tidak takut kehabisan kertas untuk menggambar. Apa, sih, ide ibu Bian itu? Yuk, ikuti kisah serunya!
Ups! Kanju, si kancing baju, lepas dari baju seragam Nafis. Dia jatuh dan menggelinding ke bawah lemari. Tanpa Kanju, baju seragam Nafis tampak tidak rapi. Nafis pun berusaha mencari-cari Kanju. Dapatkah Nafis menemukan Kanju lagi? Yuk, ikuti kisah serunya!
Sanci, si suvenir gantungan kunci, sangat senang. Ia bertemu dengan pemiliknya yang baru. Namanya Mia. Itu artinya, Sanci akan memulai petualangan baru bersama Mia. Namun, dugaan Sanci salah. Mia seolah-olah tidak menghiraukannya. Apakah Mia sudah benar-benar melupakan Sanci? Akankah Sanci berguna lagi bagi Mia? Yuk, ikuti kisah serunya!
Duh, kertas-kertas gambar milik Riska begitu berantakan. Untunglah, ada Kelp, si penjepit kertas. Bersama Riska, Kelip melakukan tugasnya merapikan kertas-kertas yang berserakan. Selesai Kelip menjalankan tugas, Riska meletakkannya begitu saja di atas meja. Apakah Riska tidak mau menggunakan Kelip lagi? Yuk, ikuti kisah serunya!
Lili sering membawa Reret, si karet gelang, pergi ke mana saja. Reret dan teman-teman sangat bermanfaat bagi Lili. Reret pun senang karena dirinya selalu dapat berguna. Namun, akhir-akhir ini Lili tampak tidak bersemangat. Lili meninggalkan Reret dan teman-teman di atas meja. Ada apa, ya, dengan Lili? Yuk, ikuti kisah serunya!
Kalian pasti ingin mengelusku saat melihatku. Tahukah kalian kalau aku tak suka suara berisik? Suara yang berisik bisa membuatku kaget dan ketakutan. Ikuti ceritaku, ya. Kalian akan tahu apa makananku, bagaimana aku hidup, dan apa saya yang tidak aku sukai. Pasti asyik, deh.