Tuto jatuh dan mobil-mobilannya rusak. Kia merasa bersalah karena tidak menjaga adiknya itu. Kia harus mendapatkan uang untuk membelikan Tuto mobil-mobilan baru. Caranya, ia harus menang permainan lempar kemri. Namun, permainan itu susah sekali! Akankah Kia akan memenangkannya? Bagaimana kalau mobil-mobilan merah kesukaan Tuto dibeli orang sebelum Kia punya cukup uang untuk membelinya?
Ketika harimau menyerang Kesultanan Jambi, Abdul, si penjinak kucing, ingin menenangkannya. Namun Abdul ceroboh dan gegabah. Sultan tidak memercayainya. Setelah dua abdi istana gagal menaklukkan harimau, akhirnya Sultan mengutus Abdul ke hutan. Dapatkah Abdul menjinakkan Harimau? Atau, jangan-jangan, ia gagal juga?
Witan sangat menyukai tanaman, terutama tanaman yang dipakai untuk pengobatan. Namun, ketika Nenek yang sakit keras akhirnya meninggal tanpa bisa diobatinya, Witan meragukan kemampuannya sendiri untuk menjadi seorang Tabib Sejati. Ia kemudian kembali mengunjungi Negeri Arana saat memerlukan tanaman obat untuk seorang anak yang terdampar di teras rumahnya. Ratu Arana kukuh pada pendiriannya. Ia …
Bili menyayangi Sol, adiknya yang albino. Ia selalu menjaga Soli ke mana pun mereka pergi. Namun, saat mengunjungi Pasola, acara tarung kuda, Soli menghilang. Bili cemas: "Bagaimana kalau Soli merasa takut? Bagaimana kalau kulit Soli terbakar matahari? Bagaimana kalau Soli tertendang kuda pacu?" Apa yang dapat Bili lakukan untuk menemukan adiknya di tengah keramaian acara?
Julia ingin sekali ikut seleksi beasiswa untuk masuk ke Sekolah Sepak Bola Cendrawasih. Kesempatan baik Julia agar bisa menjadi pemain sepak bola nasional. Namun, Julia tak punya banyak waktu untuk berlatih. Terutama berlatih bersama teman-temannya karena ia harus memetik pinang. Julia bertekad untuk mengikuti seleksi. Ia tetap tekun berlatih meski hanya sendiri. Apakah Julia berhasil mendapatk…
Rumah Tata mengalami banjir. Ia lalu membantu Ayah dan Ibu dengan menemani Rahil. Genangan air di dalam rumahnya makin tinggi sehingga menghanyutkan mainan kesukaan Rahil. Itu membuat Rahl, adiknya, terus menangis dan ingin mengejar mainannya. Duh, apakah Tata berhasil menenangkan Rahil di tengah rumah mereka yang sedang kebanjiran?