Layang-layang berwarna-warni menghiasi langit Payakumbuh. Belum pernah Angga dan Dhika melihat yang seperti itu. Namun, kenapa Dhika malah takut ketika seorang anak besar memberinya satu?
Gundul Peringis ingin bermain bersama anak manusia. Dia bosan tinggal di Dusun Hantu. Namun, anak-anak malah takut. Padahal, Gundul Peringis bisa menjadi apa yang mereka mau. Ada satu anak yang tidak takut. Dia mengajak Gundul Peringis main. Main apa, ya?
Barongan Besar tidak suka dikuntit Barongan Kecil. Ia adalah bintang pertunjukan, serba hebat, dan tidak membutuhkan bantuan si mungil itu. Benarkah?
Hari ini ada yang ulang tahun. Kungkang akan datang untuk memberikan kejutan. Namun, Kungkang sangat lambat! Maknnya sangat lambat. Jalannya sangat lambat. Aduh, apakah Kungkang akan datang terlambat?
Bujang sedih sekali. Semua binatang pergi. Di hutan tak ada lagi labi-labi. Akankah Bujang mendapatkan makanan kesukaannya ini?
Gilang ingin seperti kakaknya, Kak Sita. Dia ingin menggambar seperti Kak Sita. Gilang juga suka menari seperti Kak Sita. Namun Kak Sita tidak membolehkan Gilang ikut ke sanggar bersamanya. Suatu hari, Gilang menemukan sesuatu yang mengejutkan!
Aneh! Aneka kue dan berbagai buah menghilang dari jukung-jukung yang dilewati Mawi. Orang-orang pun menyalahkan Mawi. Tidak terima, Mawi pun menepi dan mengamati. Siapakah pelaku sebenarnya? Mengapa Mawi jatuh hati kepada kedua pelaku ini?
Rusli naik ke kelas tiga. Ama dan Ina berjanji akan memberinya hadiah. Sayang, Rusli tidak boleh mengetahui hadiah itu hingga saatnya tiba. Dia sangat penasaran dibuatnya! Rusli sudah sering memacu kuda di arena balap, namun belum pernah dia merasa segelisah ini.